Kau mengira dunia berubah, padahal engkaulah yang berubah. Seringkali
kita memang tak menyadari, betapa waktu-waktu yang telah dijalani sebenarnya
tengah mendewasakan kita. Kita tak sadar, satu demi satu, hal-hal tak lagi
seperti dulu. Ada beberapa persepsi yang diam-diam mulai kita ubah. Ada pemikiran-pemikiran
yang nampaknya mulai perlu dibuang jauh-jauh. Dan ada, keyakinan-keyakinan yang
secara perlahan namun pasti, mulai merasuki dan bahkan sengaja kita pupuk dalam
hati.
Pun diriku, yang mulai mengerti, betapa selama ini sejatinya
aku telah melakukan pembodohan terhadap diri sendiri. Ada apakah gerangan? Barangkali mereka bertanya-tanya demikian. Satu
yang mungkin perlu kusampaikan; tentu semua ini terjadi bukan tanpa
sebab-musabab. Ada sesuatu yang cukup menggelitik alam sadarku melalui luka dan
kekecewan. Yang kemudian membawaku pada sebuah simpulan; bukan ini yang aku cari, bukan ini yang aku inginkan.
Pertanyaannya lagi, mengapa
baru sekarang? Adakah aku mampu mengatur dan menentukan waktu? Andai bisa,
tentulah aku tak ingin berbalik setelah sampai pada titik sejauh ini. Namun,
harus diingat, bahwa tak ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan atas
segala kelalaian yang disengaja. Bukankah sudah cukup pengakuan dalam hati
betapa pintu-pintu syaithan tengah terbuka selebar-lebarnya? Ketahuilah, aku
tak ingin lagi memberi celah baginya. Ketahuilah…
0 comments:
Post a Comment
Silakan Tulis Nama Anda